PERPECAHAN ADALAH HAL YANG BIASA
Indonesia adalah negara yang
memiliki keberagaman suku dan budaya. Negara yang terbentang dari Sabang sampai
Merauke, tapi terpisahkan oleh lautan. Karena luas dan keberagamannya sangat
tinggi maka ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa ini terutama generasi
milenial. Keutuhan negara memang sangat penting tapi apakah semua generasi
milenial sadar bahwa keutuhan negara sangatlah penting? Jika ditanya semua
orang akan menyatakan benar bahwa keutuhan negara memang sangat penting tapi
bukti nyata dari pernyataan ini belum semuanya terbukti.
Ada kejadian nyata beberapa bulan
lalu (24 oktober 2018) seorang selebriti instagram (Rachel Vennya) yang
mengunggah foto bersama calon presiden 2019 dengan nomor ururt 2 menuai pro dan
kontra. Dari pilpres tahun sebelumnya memang kedua calon presiden menggunakan buzzer sebagai pemikat masyarakat
sehingga bisa menambahkan jumlah suara untuk kelompok tertentu. Buzzer memang berpengaruh tapi bukan
berarti karena idola kita menjadi buzzer calon
presiden nomor urut tertentu kita semakin menjelek-jelek kan calon presiden no
urut tertentu karena berbeda. Setiap orang memiliki hak suara. Setiap orang
memiliki pemikiran dan pendapat yang berdeda tapi bukan berarti karena kita
berbeda kita tidak berteman.
Pemilihan Presiden memang sudah
dekat kurang dari 1 tahun. Karena perbedaan pemikiran, pendapat, suku, ras,
budaya sangat memumngkinkan kita terpecah belah. Tapi ketika kita mulai terpecah
belah sepertinya kita lupa akan Pancasila. Lupa akan menerapkan Pancasila
terutama sila ke-tiga yaitu “Persatuan Indonesia”. Ketika bercermin kembali
dengan sejarah saya merasa malu karena dulu cita-cita bangsa ini adalah
merdeka. Karena cita-cita yang sama maka kita bisa bersatu. Berbeda keadaannya
dengan sekarang ketika sudah merdeka. Cita-cita setiap orang berbeda, hanya
segelintir orang yang perduli pada bangsa ini tanpa berlandaskan politik. Memajukan
negara ini menjadi cita-cita besar bagi setiap orang di negara ini dengan
bersatu maka kita bisa membuat perubahan yang lebih baik. Perubahan memang
membuat perbedaan namun “Berbeda tetap satu itu
jauh lebih baik dari pada sudah sama namun tidak bersatu. Apalagi sudah berbeda
lantas tidak mau bersatu” Kiai Marzuki.
Penulis : Andhara Karinda Astadevi (111710008)
Sumber:
Komentar
Posting Komentar