Identitas Nasional

Generasi Z merupakan generasi yang tahun kelahirannya antara 1995 sampai dengan 2010. Pada era seperti ini, teknologi mulai berkembang. Mulai dari alat telekomunikasi seperti handphone yang sudah rilis dengan layar touchscreen , alat transportasi seperti inovasi sepeda listrik, serta inovasi-inovasi lainnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi ini seiring dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Setiap manusia berinovasi menciptakan hal baru yang tujuannya untuk mempermudah manusia dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Sisi positifnya, masyarakat diajak untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan sesuatu hal baru tadi. Selain itu juga masyarakat dituntut untuk berpikir kritis dalam menghadapi sebuah persoalan maupun tantangan yang datang secara tiba-tiba.

Sekarang kita lihat dari sudut pandang lain. Kemajuan teknologi juga dapat merubah karakter manusia. Tidak bisa dipungkiri bahwasanya zaman sekarang, anak baru lahir sudah diberi kepercayaan menggunakan handphone oleh kedua orang tuanya. Sangat baik untuk beberapa orang tua yang masih mau mendampingi anaknya menggunakan gadgetnya. Namun ada juga beberapa orang tua yang malah bermain gadgetnya sendiri, tanpa mempedulikan apa saja yang dilakukan anaknya pada gadget yang dia miliki itu. Era modern sekarang ini kita banyak mendengar pepatah “Sekarang dunia ada di genggamanmu.” Memang benar pepatah itu. Dengan gadget yang kita punya, kita bisa keliling dunia hanya dalam hitungan detik. Mulai dari berita persoalan pemilihan Donald Thrump menjadi Presiden Amerika Serikat, gempa bumi yang terjadi di Jepang, dan lain lain, kita bisa mengetahuinya hanya dengan mengscroll ibu jari kita di layar gadget kita. Kembali pada persoalan anak tadi. Sifat anak-anak masih bisa dibilang labil, rasa ingin tahu yang tinggi, mudah penasaran terhadap hal-hal baru, dan lain sebagainya. Apabila orang tua tidak memberikan edukasi lebih terhadap manfaat gadget serta pendampingan yang cukup, maka akan terjadi yang namanya pergaulan bebas. Pergaulan bebas bisa dalam beberapa hal seperti seks bebas, merokok, narkoba, minum minuman keras, dan lain sebagainya. Pergaulan bebas dapat merusak karakter anak itu sendiri.

Indonesia terkenal dengan sikap masyarakatnya yang sopan santun, ramah, serta memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap para pendatang atau wisatawan asing yang masuk ke Indonesia. Namun dengan kemajuan teknologi, kelompok sosial yang beraneka ragam, sikap masyarakat yang menjadi ciri khas Indonesia mulai menurun. Rasa sopan santun, rasa hormat sudah memudar di kalangan masyarakat. Contohnya saja kasus siswa SMP yang berani menantang gurunya sendiri yang terjadi awal Februari 2019. Jika diusut lebih dalam, hal ini terjadi karena siswa SMP tersebut sedang merokok di dalam kelas. Lantas sang guru langsung mengambil tindakan yaitu menegurnya. Tidak terima dengan teguran tersebut, siswa SMP tersebut langsung menantang gurunya untuk berkelahi hingga menarik kerah baju sang guru tersebut. Kejadian nyata berikut sangat mencerminkan sikap generasi muda yang sudah menghilangkan identitas negara Indonesia. Ciri khas negara Indonesia yang masyarakatnya sopan santun, hormat terhadap sesama, menjadi pudar akibat ulah siswa SMP seperti kasus tadi. Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, siapa yang salah ? siswa SMP yang merokok ? atau orang tua dari siswa SMP tersebut ?

Setiap negara memiliki identitas nasional yang berbeda-beda. Identitas nasional berfungsi sebagai ciri khas negara itu sendiri, untuk dikenal di negara lain, menjalin kerja sama dengan negara lain. Namun, fungsi utama dari identitas nasional sendiri adalah untuk pemersatu bangsa. Identitas nasional bangsa Indonesia terbagi menjadi 7 bagian, yang pertama Bendera Merah Putih. Bendera Merah Putih merupakan simbol dari Negara Indonesia. Banyak sekali perjuangan-perjuangan yang dilakukan para pejuang kita melawan penjajah demi mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai tanda kemerdekaan Bangsa Indonesia. Yang kedua, Burung Garuda. Burung Garuda merupakan lambang dari Negara Indonesia. Burung Garuda memiliki beberapa bagian penting yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia, antara lain jumlah bulu pada masing-masing sayap yaitu 17 helai yang melambangkan hari Kemerdekaan Indonesia ; bulu pada ekor berjumlah 8 helai yang melambangkan bulan Kemerdekaan Indonesia yaitu bulan Agustus ; bulu di bawah perisai berjumlah 19 dan bulu di leher berjumlah 45 yang apabila digabung menjadi sebuah tahun dimana tahun 1945 merupakan tahun Kemerdekaan Indonesia. Selain itu di tubuh Burung Garuda terdapat perisai yang terdapat lima buah ruang untuk mewujudkan dasar negara Indonesia. Selanjutnya pada cakar Burung Garuda sedang mencengkeram pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Yang ketiga, lagu Indonesia Raya. Lagu ini diciptakan oleh Sayuti Melik dan di kumandangkan pertama kali pada saat upacara kemerdekaan Indonesia. Meskipun beberapa kali sempat diteror oleh penjajah Jepang akibat pemutaran lagu ini, tetapi dengan jerih payah pejuang, akhirnya lagu ini dapat dikumandangkan di Indonesia dengan aman hingga sekarang. Yang keempat, Bahasa Indonesia. Bahasa induk kita adalah Bahasa Indonesia. Bahasa merupakan salah satu yang memiliki peran penting dalam identitas nasional. Bahasa dapat menjadi pengenal di negara lain. Yang kelima, Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan Bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika yang biasa kita jumpai di lambang Burung Garuda. Semboyan ini memiliki maksud yaitu meskipun masyarakat Indonesia dari berbagai macam suku, ras, agama, serta adat istiadat, namun mereka tetap satu Indonesia. Semboyan ini sangat kental dengan kerukunan yang terjalin dalam masyarakat Indonesia. Yang keenam, Pancasila. Pancasila merupakan dasar dari negara kita. Indonesia berdiri, hingga sekarang, karena dasar yang dimiliki sangat kuat. Yang ketujuh, Undang-Undang Dasar 1945. UUD 1945 merupakan hukum dasar yang dimiliki Negara Indonesia. Segala yang dilakukan masyarakat Indonesia harus dan patuh dengan hukum yang berlaku tersebut. Tidak hanya masyarakat biasa, tetapi sistem pemerintahan juga diatur dalam UUD 1945 itu sendiri. Apabila ada yang melanggar atau perilaku yang tidak sesuai dengan UUD 1945, maka akan mendapatkan sanksi yang setimpal dengan hukum yang sudah ditetapkan. Dalam UUD 1945 juga tercantum tujuan negara yang terdapat pada Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4.

Tujuan negara merupakan goal yang harus dicapai oleh semua masyarakat Indonesia. Dalam mencapai tujuan tersebut, kita tidak luput dengan beberapa yang berhubungan dengan tujuan tersebut, antara lain Ketuhanan. Sila pertama Pancasila berbunyi : “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Sila pertama ini menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita kerjakan harus seturut dengan apa yang Tuhan kita ajarkan. Karena apa yang diajarkan oleh-Nya adalah baik. Selanjutnya yaitu lingkungan sekitar. Kita sebagai makhluk sosial pasti tidak bisa hidup seorang diri, pasti suatu saat membutuhkan bantuan orang lain. Interaksi dengan sesama kita sangat diperlukan demi tercapainya tujuan negara. Tujuan negara tidak hanya dimiliki hanya satu orang saja, tetapi dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. Jika kita tidak pandai beradaptasi dengan lingkungan sekitar, jika kita tidak mau bersatu dengan yang berbeda dengan kita, maka kita akan kesusahan sendiri untuk mencapai tujuan negara itu. Di tengah perjalanan mencapai tujuan, pasti ada rintangan dan tantangan yang dihadapi. Banyak gangguan-gangguan dari negara lain yang berusaha menjajah negara kita. Jika kita bersatu, mengambil sisi positif dari perbedaan yang ada, maka kita akan merasakan kenyamanan dan keamanan untuk tinggal di negara Indonesia ini. Rasa nyaman itu timbul dari sikap kita yang mau untuk saling bahu-membahu antar saudara kita yang mengalami kesusahan. Dengan demikian, rasa aman dan tentram akan semakin hangat di negara kita. Selanjutnya yaitu usaha memenuhi kebutuhan hidup. Seperti yang dijelaskan tadi bahwa kita adalah makhluk sosial, tentu kita membutuhkan bantuan atau pertolongan dari orang lain. Apabila saudara kita mengalami bencana, kita patut membantu mereka dengan memberikan sembako, peralatan kesehatan, atau peralatan sekolah untuk anak-anak. Dengan demikian, tidak ada hambatan bagi mereka yang mengalami bencana untuk meraih cita-cita yang mereka impikan.

Salah satu contoh kasus di Indonesia yang berkaitan dengan masalah identitas nasional adalah masalah Pulau Ambalat. Ambalat adalah blok laut luas mencakup 15.235 kilometer persegi yang terletak di Laut Sulawesi atau Selat Makassar dan berada di dekat perpanjangan perbatasan darat antara SabahMalaysia dan Kalimantan TimurIndonesia. Malaysia mengklaim Ambalat wilayahnya dengan pertimbangan berada dalam teritorial Malaysia sebagai implikasi lepasnya Sipadan-Ligitan yang tentu berdampak kepada luas batas perairannya. Sedangkan secara geografis, titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia telah diundangkan pada peraturan Nomor 38 tahun 2002 terdapat 183 titik dasar (TD) dan lebih dari 50 persen TD berada di pulau-pulau kecil atau berjumlah sekitar 92 pulau kecil. Berdasarkan kasus tersebut membuktikan kegagalan pemerintah dalam memberikan perhatian yang serius terhadap pulau-pulau kecil perbatasan dan wilayah perairan di dalamnya. Selain itu kita juga mengetahui bahwa masih sedikitnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pengetahuan tentang identitas nasional negara sendiri.

Refleksi

Generasi Z merupakan generasi yang nantinya akan menjadi penerus bangsa Indonesia. Nasib maju atau mundurnya negara Indonesia, bergantung pada sikap dan perilaku generasi mudanya. Generasi muda saat ini masih tergolong sudah melupakan identitas nasional negaranya. Banyak kericuhan antar mahasiswa, kasus siswa yang menantang gurunya, kasus anak yang membunuh seluruh anggota keluarganya, dan masih banyak lagi kasus-kasus yang terjadi di lingkungan masyarakat kita. Jika hal ini terus berlanjut dan tidak ada langkah tegas dari pemerintah, maka negara Indonesia akan tenggelam dengan negara lain dan kita, sebagai generasi muda akan mengalami bagaimana perjuangan pejuang-pejuang kita dulu melawan penjajah. Karena penjajah era sekarang bukan dari negara lain, tapi penjajah era sekarang dari negara kita sendiri.

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z diakses pada tanggal 14 Februari 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_negara_Indonesia diakses pada tanggal 14 Februari 2019

Komentar